Thursday, January 22, 2009

Alamat Sultan


Menurut Wiliam Marsden tahun 1811 dalam buku History of sumatra, mata uang Palembang yang dikeluarkan oleh Kesultanan Palembang Darussalam disebut pitis. Digunakan terutama antar penduduk Kesultanan Palembang Darussalam. Untuk perdagangan dengan orang asing memakai mata uang Spanyol. Terbuat dari campuran timah hitam dan putih. Uang ini berlubang di tengah yang berbentuk bujur sangkar (seperti uang kepeng Cina). Pitis dirangkai sebanyak 500 keping. Menurut Verhandelingan van het bataviaasch Genootschap, setiap 16 rangkai bernilai 1 dolar. Jika ditimbang, emas 1 tail dianggap 1/10 kati atau senilai 2/4 dolar spanyol.

Dari gambaran yang disampaikan Wiliam Marsden tersebut, tampaknya uang pitis tersebut adalah uang Palembang adalah uang yang tertulis " alamat sulthan". Memang uang ini berbentuk bulat, dengan lubang bujur sangkar.




Wiliam Marsden tampaknya tidak mengetahui, bahwa uang Kesultanan Palembang bukan hanya itu, ada juga koin Palembang berbentuk bulat tanpa lubang, koin segi enam dengan lubang segi enam dan lain-lain. Dan ada juga uang Kesultanan Palembang yang terbuat dari tembaga.